Sejarah lahirnya Sokasi Banten (id)

sokasi-banten-naissance-association-large

Semuanya berawal pada pertemuan saya pada bulan Agustus 2008 di sebuah pulau kecil di Bali, Indonesia, dengan seorang pria dan istrinya yang sedang berharap cemas akan kelahiran buah hati mereka yang ketiga. Mereka menyadari bahwa mereka tidak mampu untuk membiayai biaya persalinan Caesar seperti yang dianjurkan oleh Rumah Sakit. Tidaklah kecil, resiko yang harus dihadapi sang istri adalah kehilangan hidup nya bersama sang buah hati. Sang istri menyadari hal ini, dan pasrah serta tabah menghadapi cobaan yang akan dia hadapi.

Komang Bagas

Komang Bagas

Ia berasal dari keluarga kasta rendah di Bali, dan tidak mempunyai kontak siapapun yang bisa membantunya, dan di sisi lain umur kandunganya sudah menginjak tujuh bulan. Kondisi inilah yang menyentuh hati saya, dan merupakan asal mula perjalanan diri pribadi saya di Bali. Akhirnya, pada tanggal 5 oktober 2008, terlahirlah sang buah hati gagah perkasa yang bernama Komang Bagas.

Beberapa gambar dari sejarah lahirnya Sokasi Banten …

Dalam kesempatan ini, saya juga bertemu dengan beberapa wanita lain di sebuah desa yang tidak jauh dari Bangli, yang juga kurang mampu khalayaknya ibu dari Komang Bagas di atas. Untuk menambah pendapatan keluarganya, wanita-wanita tersebut berkreasi dengan membuat kerajinan berupa  kotak persembahan, yang bernama ‘Sokasi’. Pengetahuan mereka untuk membuat kotak-kotak tersebut telah diajarkan secara turun-temurun oleh ibu-ibu mereka. Kotak persembahan tersebut digunakan oleh setiap keluarga di Bali untuk membawa persembahan suci ke pura-pura keluarga mereka, atau juga untuk upacara keagamaan lainnya yang begitu banyak jumlahnya di Bali. Persembahan ini mempunyai esensi yang sangat penting untuk masyarakat Bali. Bahkan, Bali dan Banten mempunyai akar kata yang sama dalam bahasa Sanskrit ! Demikianlah kedekatan diantara keduanya. Persembahan suci tersebut merupakan suguhan ucapan terima kasih terhadap Sang Khalik, terhadap leluhur, terhadap alam, terhadap Ida Bhatara-Bhatari Sesuhunan, dan juga untuk menjaga kesinambungan harmonis diantara semua elemen-elemen di atas. Namun demikan, penghasilan yang didapatkan oleh wanita-wanita pengrajin di atas tidaklah cukup untuk dapat memenuhi kebutuhan hidup mereka sehari-hari.

Maka itulah, kami bertekad untuk membantu mereka, dan memberikan penghargaan terhadap hasil karya mereka dengan cara membantu menyebar luaskan distribusi penjualan buah tangan mereka ke mancan negara. Inilah alasan utama kenapa kami menggelar acara bazaar solidaritas pada setiap hari minggu kedua bulan Desember setiap tahunnya. Dan juga, kami senantiasa mencari kemurahan hati dari badan organisasi-organisasi maupun badan-badan komersial lainnya untuk membeli kotak pesembahan yang dirajut oleh wanita-wanita pengrajin di atas. Dan, prioritas kami pada tahun ketiga mendatang ini adalah untuk membantu menciptakan koperasi bersama, yang bertujuan sebagai jalur penjualan dan juga sebagai sentral distribusi bagi para pengrajin di atas dari hasil penjualan buah tangan mereka di Bali.

 

picto-contactN’hésitez pas à nous contacter !